Clock is Ticking
RSS
karena waktu tidak bisa menunggu

Tentang bertambahnya umur, hanya satu kata yang tepat untuk diucapkan. Syukur. Atas kesehatan, rezeki, orang-orang baik di sekitar, dan doa-doa serta harapan baik yang diberikan.

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

My Wish List

“Ritual pagi yang selalu sama. Saat bayang wajahmu kusesap habis sampai tak bersisa. Dengan itulah aku memulai hari. Kamu. Setiap pagi.”

Sepertinya hati saya dipenuhi sarang laba-laba yang lebat.

Entahlah mengapa laba-laba yang dengan senangnya menyulam tempat tinggal di sana.

Apa mungkin ia tahu tempat yang kosong dan belum berpenghuni?

Saya tidak dengan sengaja mengkosongkan hati.

Pun tidak menaruh papan bertuliskan “for sale” tanda tak berpenghuni.

Saya mencari, bukan hanya menunggu.

Tapi memang waktu terlalu lama membiarkan saya mencari, meski dia berjanji akan menemukan saya dengan penghuni yang tepat.

Maka sementara itu, saya membersihkan sarang laba-laba itu sendirian saja.

Sampai bersih.

Kemudian penuh sarang laba-laba lagi.

Kemudian dibersihkan lagi.

Sampai saya memilih siapa penghuni yang tepat untuk berdiam di hati saya.

Tepat di dekat dada.

“Aku.
Kamu.
Dan kita yang tidak pernah ada.
Oh, bukan tidak.
Tapi belum.”

“Jika masih masa lalu yang menahan langkahmu, mengapa kau tidak hidup dengan
kepala yang terpelintir ke belakang?”

— (via zarryhendrik)

“Kita seperti sedang bermain domino. Aku tergelincir padamu. Dan kamu, alih-alih menangkapku malah menjatuhi diri pada orang lain. Sebaiknya aku lihat ke belakang saja, karena sebagaimana domino, pasti ada seseorang juga yang tengah terjatuh kepadaku.”

“Yang paling tidak enak dari patah hati itu selain sakitnya, adalah saat-saat kebingungan kepada siapa harus jatuh cinta lagi. Rasanya hambar.”

“Apa yang bisa diharapkan dari sebongkah hati yang sudah tidak cinta lagi? Berpaling sajalah. Temukan hati baru.”

“Yang paling menyebalkan dari perpisahan adalah, kita yang perlahan saling melupakan, disengaja atau tidak.”

heyhenree:

So, I said “yes”

.. dan jatuh cintalah pada orang yang ketika bersamanya, kau bisa menjadi sangat apa adanya

heyhenree:

So, I said “yes”

.. dan jatuh cintalah pada orang yang ketika bersamanya, kau bisa menjadi sangat apa adanya

“Ada yang lebih letih dari pada hati yang jatuh cinta diam-diam dan otak yang menyangkalnya?”